…ditulis di Marihat…request dari para tetangga dekat…hihi…
Yup, penjual bakpau di kota babi ini banyak, tapi ya itu… isinya ‘mengkhawatirkan’. Biar kenyang dan nyaman di hati, yuuuk…belajar bikin sendiri ajah… resep, nyonto di dapurnya cik Stella.
Bahan :
Biang:
250 gram tepung terigu protein rendah (aku pake Kunci Biru)
10 gram ragi instan (aku pake Fermipan)
150 cc air
Adonan utama:
90 gram terigu protein rendah
60 gram tepung Tan Mien (aku ganti dengan Kunci Biru saja)
70 gram gula halus (aku pake gula pasir biasa, karena males nguleg ^_^)
1 sdm baking powder
3 sdm air
50 gram mentega putih (aku pake Blue Band biasa)
Kertas roti (aku pake aluminium foil, cari kertas roti susahnya minta ampuuun,hiks)
Isi : (ini versiku, seadanya bahan :D)
Isi bakpau ini ada 2 macam, yaitu kacang ijo dan coklat.
Untuk kacang ijo, tinggal rebus si kacjo bersama dengan santan,+pandan+cengkeh+gula pasir. Masak sampai butirannya merekah dan empuk. Tunggu airnya sampai asat (airnya tinggal duikiiit). Diamkan sampai dingin atau hangat. Rebusan kacang di tekan2 dengan sendok (atau diblender aja sampai hancur), bentuk bulat2, sisihkan.
Untuk isi coklat, aku pake meises biasa, meises dilumuri mentega lalu bentuk bulat, agak sulit memang
Cara :
Campur bahan biang, uleni kurleb 10 menit. Diamkan 1 jam. Masukkan bahan adonan utama ke biang, uleni.
Timbang 20-25 gram (kalo aku sih dikira2 aja, kecil,karena dandangnya kecil, hee..). Tipiskan, bentuk bulat, isi. Letakkan di atas kertas roti atau aluminium foil. Kukus 15 menit.
Yippppiiiiii…camilan dah jadi…alhamdulillah…lariz manizzzz…:)
Hmmm…lama rasanya nggak tulis menulis di blog2an ini…
Kumulai lagi nih…dengan resep cake praktis berbahan dasar pisang…request dari seorang sahabat yg punya hobi nge-cake, monggo…dicoba, share2 ya klo dah try…
Oya, resep ini bisa dibilang resep nyontek, tapi dah disesuaikan menurut lidahkyuuu lho….artinya kucuplik dari berbagai resep, kucoba2…kurasa2…kutimang2 (halah…)…kuubah2…jadi deeeh….beginiii…. So, masih terbuka kesempatan untuk temen2 yang mau menyempurnakan resep ala mamananacute ini….ditunggu yaaa…
CAKE PISANG KUKUS
Bahan:
Telur ayam 4 butir (kayaknya 3 juga dah cukup, ada yang mau eksperimen pake 2, mungkin?)
Tepung terigu 8 sdm muncung
Gula pasir 6 sdm muncung
Pisang ambon/pisang barangan ukuran sedang 1 buah, pilih yang sudah sangat matang, lalu hancurkan dengan garpu
Garam sejumput
Vanili sepertiga sdt
Susu cair 100ml (boleh diganti santan matang)
Baking Powder 1 sdm
Baking soda 1 sdt
Kayu manis ditumbuk, ayak.
Minyak goreng 3-4 sdm penuh
Caranya:
Telur ayam dan gula pasir dikocok sampai ngembang….(warna pucat & kaku). Lalu stel mixer dengan speed rendah untuk memasukkan tepung terigu (yang sudah dicampur garam, baking powder, baking soda, vanili). Masukkan tepung sedikit sedikit, bergantian dengan susu cair. Masukkan juga ayakan kayu manis ke dalam adonan.Menyusul kemudian, tuangkan minyak goreng. Terakhir, masukkan pisang yang sudah dihancurkan, aduk adonan dengan menggunakan solet (agar tekstur pisangnya terasa).
Masukkan dalam loyang, beri topping irisan tipis pisang ambon/barangan. Taburi dengan sisa ayakan kayu manis.
Kukus selama 45 menit.
Bisa tahan sampai 3 hari (masukkan kulkas).
Kira-kira jadinya seperti ini….
Kalo bisa bikin, kenapa harus beli?
Monggo dicoba… praktis tapi tetep kemlawuh, cocok untuk anak kost2an atau para lajang, atau buat yang dah nikah tapi pengen cepet matang-cepet makan-cepet kenyang..seperti kyuuu, hehe..
SARDENCIS
alias ikan dencis yang dimasak bumbu ala sarden kalengan
Bahan:
Ikan dencis atau ikan kembung 6 ekor, bersihkan perutnya, hilangkan kepalanya
Bawang merah 5 butir
Bawang putih 3 buah
Bawang bombay 1/2 butir
Cabe merah, 5 buah, dipotong serong
Laos 2 iris
Daun salam 2 lembar
Serai, digeprek
Jahe, digeprek
Saus tomat
Perasan air jeruk nipis/jeruk lemon
Garam, gula pasir secukupnya
Cara:
Tumis bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay yang telah diiris, laos, salam, berikut dengan jahe dan serainya. Setelah wangi dan layu, tambahkan air. Masukkan ikan dan cabe merah. Bubuhkan garam+gula pasir secukupnya. Kalo para ikan dah tampak matang (dagingnya dah putih), boleh tambahkan saus tomat. Terakhir, kecrutkan jeruk nipis di atas masakan, tunggu hingga kuah mengental.
Note:
Lebih yahud kalo pake presto, duri para ikan bisa empuk, meminimalisir kerongkongan kesangkut duri, hehe ^_^
Hasil:

Cake Tiramisuna-cute
Namanya asal yaaa…gapapa deh, demi setahun sekali…ceritanya dalam rangka mengulang tahun, mengurangi jatah umur. Gak ada kado, yaaa….buat diri sendiri ajah…hihihi…kesian deh guwe….
Penginnya bikin brownies lagi, tapi…hiks….ternyata gagals, cake-nya kurang tinggi. So, daripada nggak kemakan, rada dikerjain deh, biar rada tinggian dikit…
Untuk cake-nya, bahan dan cara sama dengan bikin brownies kukus Ny. Liem, dah pernah ku-posting kok…coba ditengok lagi ya… ![]()
Bahan :
Ice cream 3 rasa, or sesuai selera
Coklat blok 50 gr
Margarin 2 sdm
Gula halus secukupnya
Buah stroberi segar
Cara :
Cake yang dah dingin, dibelah jadi 2 bagian secara melintang. Letakkan ice cream di tengah2 belahan cake, tangkupkan kembali. Lelehkan coklat blok dengan mentega cair, siramkan ke atas permukaan cake. Hiasi dengan buah stroberi segar, taburi gula halus di atasnya. Masukkan kulkas sebentar, sebelum menghidangkan. Met mencoba….!
Brownies Kukus
Pikir-pikir… pengen banget bikin cake buat camilan, bahan gampang, tapi nggak mahal…alias tanpa di oven… (ga punya soale, hehe) , iseng2 browsing, kok banyak yang nyebut brownies kukus Ny. Liem…jadi penasaran…alhamdulillah, dapet resep dari blognya ummurifqi…yuuuk dicoba…
Bahan:
Telur 6 butir
Gula pasir 225 gram
Vanili secukupnya
Garam
Emulsifier 1/2 sdt (aku pake TBM)
Tepung terigu 125 gram
Coklat bubuk 50 gram
Minyak 175 ml
Coklat blok 100 gram
Susu kental manis 75 ml
Cara :
Kocok telur, TBM, dan gula pasir sampai mengembang. Siapkan tepung terigu yang sudah diayak bersamaan dengan coklat bubuk, masukkan ke dalamnya vanili dan garam. Sementara itu, lelehkan coklat blok bersama dengan minyak. Masukkan campuran tepung ke dalam kocokan telur yang sudah mengembang, aduk rata. Lalu masukkan coklat blok yang sudah cair,aduk rata.
Bagi adonan menjadi 3 bagian, dengan 1 bagian ditambahkan susu kental manis (SKM), aduk rata.
Siapkan kukusan, tunggu sampai air mendidih, masukkan bagian tanpa SKM dalam loyang, kukus 10 menit. Kemudian tuang adonan dengan SKM, kukus 10 menit juga. Yang terakhir, masukkan bagian tanpa SKM,kukus 20 menit. Jangan lupa, tutup dandang dibungkus dengan serbet, untuk mencegah air jatuh ke adonan.
Oya, brownies ini lebih nikmat setelah masuk ke dalam kulkas dulu.
Buat yang mau coba, moga sukses yah!
Hasil:

Pada pengukusan pertama ditambahin irisan coklat blok, jadi tampak ada 2 list warna coklat tua. Pada pengukusan terakhir, aku beri topping kacang cacah.
Pengen yang praktis2 tp mengenyangkan? Boleh dicoba yang satu ini…
SIMPLE spagetong
Bahan :
Spageti (diganti macaroni juga bisa), daging sapi cincang (diganti ayam juga boleh…), bawang merah, bawang putih, bawang bombay, tomat (dijus/dicacah), daun sledri cacah, wortel cacah, garam, gula, merica halus, pala halus, oregano (boleh pake, boleh ga)
Cara:
Biar hemat waktu, sembari meracik, rebus dulu spagetong alias spageti di air mendidih yang dah ditambah mentega sama garam, skitar 15-20 menit…habis itu..ngracik yuuukz….
Bawang putih+bawang bombay dicacah kecil2, tumis deh…sampe layu dan wangi..nyusul daging cincangnya..trus masukin wortel, klo dah kira2 empuk, masukin jus tomatnya…baru ditaburi bumbu2 lain yg belum masuk…
Cara nyajiinnya dah tau kan?
Nih hasilnya, taraaaaaaaaa…….

Catetan:
Biarpun keliatannya aneh, tp lebih sedep klo ditambah kecap dikiiit aja..terus, tambahin juga mayonaise sama susu UHT yg putih…banyaknya sesuai selera…hmmm…nyam2 deh…
Mungkin kawan2 yang dah ahli masak senyum geli melihat judul-judul di blog ini. Hari geneee…baru belajar masak?? Difoto pulak! Hahaha…yo ben. Mudah2an bisa bermanfaat buat yang baru belajar juga…nggak comment ya gapapa, silakan dibaca…silakan dicontek…silakan dicoba…sokur2 hasilnya lebih baik dari yang ini
OPOR AYAM
Bahan:
1 kg ayam kampung, potong-potong
Santan 1 L (tergantung selera, encer/kental)
Kol 1 butir
Bawang merah 10 butir
Bawang putih 4 butir
Lengkuas 2 iris
Daun salam 3 lembar
Kunyit 1 cm
Ketumbar 1 sdt
Kemiri 3 butir
Jinten 1/2 sdt
Merica 1sdt
1 batang serai, dikeprek
Daun jeruk purut
Garam dan gula pasir secukupnya
Cara :
Ayam direbus sekitar 20 menitan atau sampai tidak ada warna merah darah pada daging, tiriskan. Ketumbar+kemiri+jinten disangrai (digoreng tanpa minyak). Haluskan bawang merah+bawang putih+kunyit+ hasil sangrai+merica, tumis bersama serai. Setelah layu, masukkan ayam + santan + daun jeruk purut..Tambahkan garam+gula pasir. Tunggu sampai ayam benar-benar empuk. Sajikan dengan lontong, taburan bawang goreng, kerupuk, serta irisan tipis kol.
Hasil :
SAMBAL GORENG PRENTHUL
Bahan:
1/2 kg daging sapi tanpa lemak
Kentang 1/2 kg
Santan 1 L
Bawang merah 6 butir
Bawang putih 3 butir
Cabe merah 5 buah
Lengkuas 2 iris
Daun salam 3 lembar
Merica, pala secukupnya
1 batang serai, dikeprek
Garam dan gula pasir secukupnya
Cara :
Daging sapi bersama merica, pala, garam, digiling. Bentuk bulatan2 kecil, masukkan dalam air mendidih. Jika sudah mengapung, angkat, tiriskan. Potong kentang, bentuk dadu, lalu goreng. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabe merah,kemudian ditumis bersama lengkuas, serai, dan salam sampai harum. Masukkan kentang goreng, bulatan daging dan santan. Bubuhkan garam dan gula pasir. Tunggu sampai kuah berkurang dan mengental. Sajikan sebagai pelengkap lontong dan opor ayam.
Ini salah satu jajanan di sini yang ‘agak’ bisa diterima lidahku…hehe. Yang bikin kurang sreg, jajanan di sini, relatif ‘nglengu‘ atau berminyak.
Kwetiaw ini bentuknya pipih. Kalo menurutku mirip mie jakarta, tapi lebar lagi. Dijual di warung2 kaki lima. Kebetulan nemu bentuk keringnya, pas belanja di kota, so coba-coba dibikin sendiri aja versi sehat, insya Alloh…
Bahan:
Kwetiauw kering 1 bungkus, direbus sebentar, tiriskan
Telur ayam 2 butir, digoreng lepas, bentuk orak-arik
Daging ayam sesuai selera, diiris kecil2
Bayam 1 ikat, digiling
Wortel sedang 2 buah, digiling
Bawang putih 2 siung
Bawang bombay 1/2 butir
Bawang merah goreng
Daun bawang, iris tipis
Daun seledri cacah
Tomat 1 butir, iris
Merica
Mentega
Kecap asin
Kecap manis
Garam, gula secukupnya
NO vitsin!
Cara :
Tumis bawang putih+bawang bombay+merica +garam+gula pasir (udah diuleg) dengan mentega, sampai wangi dan layu, masukkan irisan daging ayam. Setelah daging matang, masukkan telur orak-arik, lalu masukkan kwetiauw, aduk rata. Menyusul kemudian gilingan bayam, wortel, daun bawang. Jangan lupa menambah kecap asin dan kecap manis sesuai selera. Setelah tercampur rata, taburi bawang goreng dan seledri cacah. Sajikan dengan irisan tomat.
Oya, untuk menyegarkan perut setelah makan kwetiauw, bisa disediakan jus jeruk+stroberi, seperti pada gambar di atas. Caranya? Biasa aja, jeruk+stroberi+air+gula, blender.
Inget ibunda di jawa, dulu sering beli bistik jowo di pasar. Kalo harus balik ke Jawa, berat diongkos. Kalo harus beli, nihil. Mau nggak mau ya bikin deh… cukup efisien kok, sayur dan lauk sudah jadi satu piring.
Coba yuuuk…
Bistik JOWO
- Bahan :
Daging sapi tanpa lemak 250 gram, digiling
1 butir telur ayam
Tepung roti atau roti tawar
Kacang kapri 250 gram
Brokoli (diganti bunga kol juga bisa)
Wortel
Kentang
Daun seledri
Bawang putih, dicacah kecil-kecil
Bawang bombay, dicacah kecil-kecil
Merica, pala, kecap, garam, gula.
NO vitsin! - Cara :
Daging sapi digiling bersama bawang putih dan merica, serta sedikit pala dan gula. tambahkan 1 butir telur. Sedikit-sedikit masukkan tepung roti/roti tawar dalam gilingan (campur dengan tangan juga bisa). Bentuk bola-bola daging,kukus 20 menit.
Tumis bawang putih+bawang bombay sampai wangi dan layu, masukkan bola-bola daging, kentang, wortel, brokoli, lalu tambahkan air. Masukkan garam, gula pasir, merica, kecap. Setelah mendidih, masukkan kacang kapri. Sajikan hangat. - Hasil :

-Lg ngapain, Na?-
-Lg masak, bentar lg swami pulang-
Ha?…wait.
Sampai sekarang aku masih sering geli nulis/bilang kata masak ,di sms/ telpon kayak cuplikan di atas. Sering tidak yakin kalo yang sedang kulakukan adalah memasak. Bahkan saking tidak yakinnya, aku sering menghindari menulis di sms, kata “masak“. Aku lebih nyaman nulis: lagi “ngrendam daging”, “ goreng bawang“, “potong tempe” atau apalaah…yang kira-kira orang menganggap aku sedang melakukan hal yang wajar seperti “mengetik tugas” atau “maen game”. Hihihi… rumit.
Ya, aktivitas yang satu ini, bagiku-jujur- tidak wajar, mengingat sampai sesaat sebelum nikah, aku terhitung jarang masuk dapur, dalam arti me-ma-sak, lewat sih sering… Secara, ibuku selama ini tidak antusias mengajari putri2nya untuk pandai masak, kecuali kalo kami bertanya. Itupun hanya untuk keperluan pramuka pas SD, tugas boga di SMP ato bikin program di KKN.
Pas kuliah…banyak kejadian yang bikin aku malu sendiri, misalnya waktu maen ke kost-an temen2…aku cuma bisa bengong mengamati mereka yang lihai sekali dalam memainkan sothil ato meracik bumbu (dalam hati: bikin nasi goreng pun, aku lupa bum bunya!). Parahnya, suatu hari, seorang sahabat mengajakku belanja di warung Terban, di sana ketauan kalo aku ga bisa mbedain daun kangkung sama daun ‘mbayung (alias daun kacang panjang), selain malu padanya, jelaaaas…malu juga pada si penjual ![]()
Well…kesimpulannya… harus ada proses. Proses itu namanya belajar. Kusadari sesaat sebelum melaksanakan separo dien ini. Walaupun, sejak awal aku sudah bilang pada calon swami, I can’t cook, so just lets buy lawuh, everyday, pliiiiss….?
Kesadaran itu menjadi suatu kebutuhan, saat aku sampai di bumi batak ini. Bayanganku tentang warung2 makan atau pasar yang menyediakan masakan siap beli-siap santap selayaknya di Jogja pupus sudah. Warung sih ada…tapi masakannya itu loh…di sana santan di sini santan, cabe di mana2..
Ga ada oseng2 tempe…sup jagung… bubur…? soto ayam?? Ah, tidaaaaaak…! Selain itu, penampilan warung2, relatif kurang meningkatkan selera makan (kalo tidak boleh dibilang kumuh ^_^).
So, atas nama memenuhi panggilan perut dan mempertahankan hidup di perantauan, aku harus memberanikan diri masuk dapur. Rasanya belum terlambat mengenal lebih dekat bentuk merica, ketumbar, kemiri, jahe, laos, dkk. Tdk lupa untuk mengumpulkan primbon resep, dari berbagai sumber.
Seru, lucu, kadang puas, kadang sediiih… kalo inget saat jumpalitan di dapur, dari jerat jerit kecripatan minyak…ato dinding dapur mendadak hitam krn semburan tinta cumi.
Beberapa hasil masakan, sempat ku dokumentasikan…buat yang sudah ahli masak mohon dimaafkan kalo banyak penyimpangan dari wujud yang semestinya, mohon masukan dan harap dimaklumi…
Buat yang sama2 lagi belajar… share yuk…moga bermanfaat.






